Popular Tags:

Organik Magazine

2 February 2012 at 13:57

Salah satu agenda terdekat PMPA KOMPOS FP UNS saat ini adalah penerbitan Majalah Organik. Bagi sebagian teman-teman tentunya sudah tidak asing lagi tetang majalah yang sempat eksis di Kompos tahun 2000an dulu. Pada periode kali ini kami ingin menerbitkan majalah yang memang sempat mati suri ini.

Sebagai gambaran saja, Majalah Organik adalah salah satu media informasi dan komunikasi PMPA KOMPOS dengan masyarakat kampus UNS, Fakultas Pertanian, OPA lain, instansi terkait dan alumni. Majalah ini nantinya akan menyuguhkan ulasan-ulasan mengenai lingkungan hidup dan kepetualangan. Tujuan lain dari penerbitan majalah ini adalah untuk menyalurkan bakat dan minat anggota dalam bidang jurnalistik.

Majalah Organik berisi berbagai hal yang terbagi ke dalam sepuluh content, yaitu Editorial, Sehelai Daun, Surat Pembaca, Artikel, Profil, Mata Angin, Wawasan, Pernik, Potret, dan K-Event. Teman-teman yang ingin mengekspresikan diri melalui sebuah karya tulisan bisa juga mengisi content-content Organik edisi kali ini atau kami dari tim redaksi juga menyediakan spot-spot buat iklan. lebih jelasnya bisa download proposalnya di bawah. Segala karya yang berasal dari diri sendiri adalah mahakarya.

Karya teman-teman bisa dikirim ke email PMPA KOMPOS

sekretariat@kompos.web.id

atau langsung ke sekretariat PMPA KOMPOS

gedung UKKHM FP lantai 1, Jln Ir.Sutami No.36 A, Kentingan, Jebres, Solo

Mapala Kompos, Tidak Hanya Peduli Lingkungan Tapi Peduli Sesama

16 June 2011 at 17:31

Kebanyakan orang menilai mapala (mahasiswa pencinta alam) merupakan sebuah kelompok yang intensitas kegiatannya hanya berhubungan dengan kelestarian lingkungan dan petualangan. Meskipun akhir-akhir ini kebanyakan mapala lebih menonjolkan petuangan timbang lingkungan. Namun, sedikit inovasi yang dilakukan oleh Kompos (mapala FP UNS) selain lingkungan dan petualangan mereka juga menambah kegiatan sosial.

Salah satu bentuknya, Kamis (16/6) Kompos mengadakan donor darah sukarela yang bekerja sama dengan PMI cabang kota Surakarta. Kegiatan yang bertempat di aula BEM itu sudah mulai ramai seketika setelah tim PMI datang. “kami memilih tempat di FP semata karena ingin juga mengajak segenap civitas akademika, akan arti pentingnya kepedulian bagi sesama”, Sari (sekretaris Kompos).

Memang, kenyataannya tingkat kepedulian sesama dilingkungan akademik pun masih rendah, entah yang salah iklim akademiknya atau memang kurang adanya pionir-pionir yang mempelopori. “kami mencoba membangun rasa peduli sesama dulu, nantinya baru dikembangkan kearah peduli lingkungan” Danu (panitia). Jikalau kepedulian antar sesama saja kurang, bagaimana bisa peduli lingkungan? Uniknya, aksi donor darah yang diadakan Kompos ini setiap pendonor diberi stiker untuk menarik perhatian.

Pelantikan Anggota, Diguyur Kembang Setaman Dipinggir Pantai

14 June 2011 at 03:00

Bahagia tentunya ketika harapan dan impian menjadi kenyataan. Bahkan perjuangan yang dulu dirasa sangat berat sekalipun hilang seketika karenanya. Begitulah kira-kira gambaran persaan dari sepuluh orang mahasiswa FP UNS yang secara resmi dilantik sebagai anggota PMPA Kompos, Sabtu (11/6) di pantai Klayar Pacitan.

Prosesi pelantikan itu diawali dengan pemantapan tujuan bagi para calon anggota yang akan dilantik. Hal ini merupakan poin terpenting yang harus benar-benar ditekankan, kata Ahmad K-502 (sie Diklat). Setelah tujuan meraka mantap kemuadian dilanjutkan upacara pelantikan yang dilaksanakan dipinggir pantai. Uniknya, pengesahan anggota Kompos selain penggantian syal merah (selama pendidikan) diganti syal kuning (anggota) yakni dengan menyiram kepala anggota baru menggunakan air kembang setaman. Itu memang merupakan tradisi Jawa, ya agar yang dilantik itu benar-benar bisa mengharumkan nama Kompos, tambah Soni K-493 (bendahara).

Pendidikan di Kompos (dan mapala pada umumnya) memang tergolong sangat berat, mulai dari lapang kering (materi kelas), lapang basah (materi lapang) dan pengabdian (pendidikan lanjutan). Sudah barang tentu itu menyita banyak waktu, pikiran dan bahkan dana. Semua rangkaian itu dimaksudkan untuk pembentukan karakter seoang calon anggota agar bisa memaknai bahwa, sangat berat menyandang gelar mapala (mahasiswa pencinta alam). Terlebih lagi pada era yang semakin kacau ini, banyak orang-orang yang ngakunya peduli lingkungan tapi masih sering buang sampah sembarangan. Ada juga yang sering mengadakan acara katanya demi kelestarian lingkungan, nyatanya hanya mengejar profit saja (duit).

Semoga anggota baru PMPA Kompos benar-benar bisa menjadi seperti apa yang diharapkan, berkarakter dan rela mengabdikan pada masyarakat apa yang sudah diperoleh demi kelestarian lingkungan. Salam lestari!!